Paling Ramai

Rabu, 25 September 2019

Kisah Sepasang kekasih


Matahari pagi ini tak bersinar cerah. Awan berarak kian cepat menutupi birunya langit. Sepasang sejoli nampak lusuh. Sebuah tas dari karung di genggaman sang lelaki, kusebut dia Pak Tua. Selembar selendang kumal disandang istrinya. Keduanya terduduk di taman kota yang masih lengang. Raut mereka nampak lesu. Mata nan kuyu memandangi hijau rerumputan. Menerawang seakan menembus hamparan hijau. Sebentar berbinar, sejurus kemudian berkaca. Mungkin mereka tengah mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hati yang entah.

Berpeluh lesu
Mengulum harapan
Tak kesampaian

Sebungkus nasi keluar dari tas karung, kemudian dinikmati berdua. Sepasang sejoli nampak mengulum senyum. Senyum yang menjelma bahasa syukur, bercampur haru.
“Hari ini akhirnya kita bisa makan ya, Pak,” kata istrinya. Pak Tua hanya tersenyum, sambil memasukkan nasi ke mulut dengan suapan kecil-kecil.

Sesuap berkah
Hadirkan buncah hati
Berucap syukur

IM, 04/12/14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar