Paling Ramai

Sabtu, 25 April 2020

Puisi-puisi Nurdin Hidayat



Menjelang Pagi I

Larut sudah memakan jalan pulang
Pintu rumah untukmu kembali terkunci
Jadi nikmatilah sepi
Lalap habis haru biru hingga pagi

Jakarta, 2019




Menjelang Pagi II

Mimpi sedari tadi mengetuk untuk masuk
Namun lelap belum jua membukakan pintu
Serasa acuh pada kebebasan
Membiarkan kenyataan menderu hatinya yang pesakitan
Dari luka dan duka yang dikerumuni kecewa

Jakarta, 2019




Lembar, Tinta dan Kita

langit sudah menghitam
ketika pena kita pecah menulis Pencipta
tintanya tumpah ruah
menuai gulita ke seluruh penjuru
awang-awang di kepala

sedang lembar hari yang basah
jadi lebih pekat

kata-kata yang nakal pecicilan di lisan
terus berlarian di hati yang basah
menginjak engkau dan aku yang becek
hingga jejaknya sama rata 
sepotong milikmu
sedang sisanya milikku

lembar hari dan hati kita mengering
langit dan hari kita dilukisNya
kita hanya berpose seunik mungkin 
di daun-daun pintu waktu
sampailah tiba
kita duduk manis dalam bingkai takdir

Jakarta, 2019



Tentang penulis:

Nurdin Hidayat, pemuda kelahiran Lampung. Bergiat di komunitas COMPETER dan di Sanggar Tonggak. Beberapa buku karyanya yang telah terbit ialah “Setitik Cahaya di Samudra Kehidupan” (2018) dan “Cangkan Peradaban” (2019) serta beberapa puisi karyanya turut dimuat di media daring diantaranya Travesia, AkarRantingDaun dan SalmahCreativeWriting. Saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Penulis dapat dihubungi melalaui Instagram: @nurdin_hidayat21 atau melalui alamat email: nurdinhidayat12062000@gmail.com.