Paling Ramai

Minggu, 16 Februari 2020

Puisi-puisi Khristi Rachma Puspita


Terlena

Jatuh mengaduh gaduh
Genderang pagi ditabuh riuh
Ambil sampan beralas jati
Tubuh kurus tapakkan kaki
Dayung digerakkan searah
Jejak sampan hilanglah sudah
Riak sungai berdendang lagu
Berkawan puisi melawan api majusi
Bukan beriak tanda tak dalam
Air tenang menghanyutkan

31 Januari 2020


Provokator


Aku sebuah jejak tertatap
Akarku disebut masalah
Sang Kala, sahabatku selalu menebar resah
Aku takluk dibawah kaki sengkuni
Untuk porak porandakan negeri ini

Kediri, 31 Januari 2020


Suara Sumbang Penyanyi


Berdiri di atas panggung.
Seorang penyanyi bersuara sumbang.
Anehnya, banyak nyawa menanti.
Sang penyanyi berdendang.
Lagunya tentang rindu.
Atas negeriku beraroma surga.

Kediri, 31 Januari 2020


Sudi Mencintaiku


Terima kasih pada sedih yang mengantar bahagia.
Terima kasih pada sepi yang hantamkan rindu.
Terima kasih pada benci yang lemparkan cinta.
Terima kasih padamu yang sudi mencintaiku

Kediri, 31 Januari 2020

Tentang penulis:
Khristi Rachma Puspita
Lahir pada tanggal 19 Desember di Kediri Jawa Timur. Mengabdi sebagai guru di SDN Semampir 1 Kota Kediri. Memiliki hobi menulis puisi sejak sekolah menengah pertama, tetapi baru dapat mengekspresikan dalam bentuk dua buah buku antologi puisi tahun 2019. Mendapatkan juara 2 lomba puisi nasional di media online bertema hujan tahun 2019. Bercita-cita membuat buku kumpulan puisi karya sendiri tahun ini dan membuat buku kumpulan puisi anak sekolah dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar