Jalan ini Masih Basah
Jalan ini masih basah Zahrada
Ketika lambaian tanganku mengantarmu menuju perantauan
Lalang merunduk, kupu-kupu menyaksikan langkahmu hingga jauh
Padi-padi yang mulai menguning seakan mengucap aamiin
Ketika doa-doa keselamatan kuselipkan di saku bajumu
Katamu kau akan pulang
Dengan segenggam buah tangan yang akan kau ikrarkan sebagai ikatan
Lalu dada ini berdebar, hujan mulai mengguyur pipiku
Zahrada, jalan ini masih basah
Ketika aku berkali-kali mencoba tabah
Madura, 13 Januari 2020
Mariyya
Mariyya, rindu telah berkali-kali jatuh di hari kamis yang ke sekian. Hingga kucing di jalanan melototiku dengan tajam. Di persimpangan itu banyak kenangan yang kau tinggalkan. Ketika asap dari kendaraan yang berderu membising telinga dan asapnya menyesakkan dada.
Mariyya, aku malu pada debu di trotoar itu. Karena setiap kali hujan turun. Ia rela pergi disapu air. Namun aku, tak pernah rela melupakan kamis yang kau janjikan. Untuk kita kembali bergandeng tangan.
Madura, 31 Januari 2020
Tentang Penulis:
Wardah Az Zahra, lahir di kota Gerbang Salam Pamekasan Madura. Ia menamatkan sekolah menengah atasnya di MA Al islamiyah 1 sumberbatu. Bergiat di Competer Indonesia serta Asqa Imagination School (AIS). Beberapa karyanya termaktub di beberapa buku antologi nasional di antaranya; Berdialog Dengan Angin( 2018), JARAK: Jalinan Antara Rasa dan Aksara Kerinduan (2018), Sajak Berpayung Rindu (2018), Masa Lalu di Depan (2018), penyair Cantik dengan Karya Cantik (2019). Juga pernah dimuat di Pos Bali (2018), Buletinkapass.com November 2019, Berita Baru.com serta Travesia.com. WA: 083117600428, FB: Wardah Az Zahra, email: wardatuzzahroh65@gmail.com.


Wih, udah kuduga kalau kakakku satu ini punya jiwa kelana cinta...
BalasHapusCantik. 😍😍😍
BalasHapus