Menjelang Pagi I
Larut sudah memakan jalan pulang
Pintu rumah untukmu kembali terkunci
Jadi nikmatilah sepi
Lalap habis haru biru hingga pagi
Jakarta, 2019
Menjelang Pagi II
Mimpi sedari tadi mengetuk untuk masuk
Namun lelap belum jua membukakan pintu
Serasa acuh pada kebebasan
Membiarkan kenyataan menderu hatinya yang pesakitan
Dari luka dan duka yang dikerumuni kecewa
Jakarta, 2019
Lembar, Tinta dan Kita
langit sudah menghitam
ketika pena kita pecah menulis Pencipta
tintanya tumpah ruah
menuai gulita ke seluruh penjuru
awang-awang di kepala
sedang lembar hari yang basah
jadi lebih pekat
kata-kata yang nakal pecicilan di lisan
terus berlarian di hati yang basah
menginjak engkau dan aku yang becek
hingga jejaknya sama rata
sepotong milikmu
sedang sisanya milikku
lembar hari dan hati kita mengering
langit dan hari kita dilukisNya
kita hanya berpose seunik mungkin
di daun-daun pintu waktu
sampailah tiba
kita duduk manis dalam bingkai takdir
Jakarta, 2019
Tentang penulis:
Nurdin Hidayat, pemuda kelahiran Lampung. Bergiat di komunitas COMPETER dan di Sanggar Tonggak. Beberapa buku karyanya yang telah terbit ialah “Setitik Cahaya di Samudra Kehidupan” (2018) dan “Cangkan Peradaban” (2019) serta beberapa puisi karyanya turut dimuat di media daring diantaranya Travesia, AkarRantingDaun dan SalmahCreativeWriting. Saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Penulis dapat dihubungi melalaui Instagram: @nurdin_hidayat21 atau melalui alamat email: nurdinhidayat12062000@gmail.com.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar