Namamu
1/Wahai nama yang selalu digaungkan oleh para jomblo istikamah
Apa kabarmu hari ini?
Bagaimana keadaanmu?
Masihkah kau mencariku dalam hening dan rapalrapal doa
Atau mencintaiku dalam baitbait cinta
2/
Namakukah yang kau sebutkan dalam desah napasmu
Ataukah tirakatmu yang menjadikanku diguncang rindu
3/
Apakah kau menungguku sebagaimana aku menunggumu
Membolak-balik kitab tanpa henti
Berharap senyummu melintas di embusan angin malam itu
Ataukah kau malu?
4/
Benar kata Wiji Thukul buat apa banyak membaca kalau tidak bisa mengungkapkan pendapat
Termasuk pendapatmu tentang aku
5/
Bukankah Aan Mansyur juga berkata tidak ada New York hari ini dan aku
berkata tidak ada kepastian hari ini, atau kapan?
Di manakah namamu itu
6/
Kucari di peronperon kereta api, di tastas pekerja kantoran yang gegas mencumbu waktu, di tukang becak melenguh syukur, di pedagang asongan menuai bingung sebab belum sepeser pun uang di kantong,
di keriuhan jalan raya atau
Jangan-jangan kamu harus kukejar
di Belanda
Seperti Ratna Rengganis yang melanjutkan sekolah di sana
Atau Rangga di New York
Pula Adit di Paris
7/
Aku menuai gaduh dengan tabah, menuai rindu dengan bubrah, menuai asa dengan pongah, menuai cinta dengan gigih, menuai riuh dengan derai
Aku masih ingat n-a-m-a-m-u
Ponorogo, 2019-2020
Tanya
Berkirim surat pada Sukab membuatku malas, dia lebih suka petualangannya.Bercerita pada Sastro, membuatku enggan, dia lebih suka menelanjangi skripsweetnya yang bab itu-itu aja.
Kuhampiri Kukila yang bersiul mesra, dia menatapku dengan tatapan melengos.
Kuambil kertas dan pena lantas bertamasya: ada aku dan kamu yang sebatas melempar tanya.
Berhenti hanya untuk membubuhkan koma, berakhir tanda kutip dua.
Ah kamu!
Paragraf novel yang tak kelar-kelar kutulis.
Aku bungkam pada tanda tanya, melanjutkan pekerjaanku: melukis bibir.
Ponorogo, 2019-2020
Tentang penulis:
Barokatus Jeh, panggil saja Barjeh atau Jeh sedang menyelami puisi di COMPETER (Community Pena Terbang) Indonesia. Karyanya hanya nangkring di antologi puisi dan cerpen bersama.

Allah, tetap masih ada bibir, hahaha 🤣
BalasHapusNggak bisa move dari bibir dia tuh
HapusKak Barjeh bernostalgia hehehe
BalasHapusBeri tepuk yang gemuruh...
BalasHapus